Pengaruh Media TIK dalam Pembelajaran di SD

 Media yang bisa diartikan sebagai alat, kini telah sangat berkembang pada sendi-sendi kehidupan manusia contohnya saja media elektronik yang sudah menjadi bagian pada kehidupan sehari-hari, seperti gadget, handphone, laptop dan juga internet. sekarang bagaimana perkembangan media pada bidang pendidikan?

 Pada bidang pendidikan media lebih dikenal sebagai media pembelajaran, artinya media atau alat yang digunakan sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar, dengan media pembelajaran, pembelajaran dapat lebih rinci dan membantu peserta didik dalam memahaminya.

dapat dilihat dibawah ini penggunaan media menambah pemahaman peserta didik :

Experience cone Edgar dale

 

dales-cone

 

penggunaan media seperti laptop dan proyektor untuk menampilkan sebuah materi pembelajaran, menayangkan visualisasi dan penjelasan oleh guru (audio) ataupun video yang seluruhnya visual dan audio oleh media. sudah lebih modern ketimbang, model pembelajaran hanya dengan ceramah.

  Media pembelajaran memang dirancang untuk menstimulus peserta didik untuk lebih semangat dalam belajar, tetapi pendidik jangan sampai lupa penggunaan media harus relevan dengan proses hingga tujuan pembelajaran.

pengadaan media pembelajaran pada proses pendidikan adalah salah satu peran guru dalam dunia pendidikan yaitu sebagai fasilitator.

Guru mempunyai beberapa peran dalam proses pendidikan antara lain yaitu:

guru sebagai fasilitator

guru sebagai motivator

guru sebagai administrator

dan guru sebagai evaluator

pada tingkat pendidikan sekolah dasar peran yang paling penting bagi seorang guru adalah motivator. karena guru harus dapat membangun pengalaman belajar untuk dapat di aplikasikan pada kegiatan sehari-hari siswa untuk kegiatan positive.

media seperti laptop , proyektor dan slides materi  untuk di sekolah dasar di Indonesia dirasa agar sulit karena masih banyak sekolah negeri yang belum memiliki fasilitas seperti itu.

dan yang terpenting dari media adalah guru harus kreatif membuat media pembelajaran tidak hanya berfokus pada penggunaan media elektronik yang sudah mainstream.

guru yang dapat menyajikan media pembelajaran berupa pembelajaran langsung malah akan mengalahkan pembelajaran yang menggunakan media elektronik.

siswa Sekolah dasar yang proses belajarnya masih dari kongkret menuju abstrak. maka akan lebih baik jika melalui pengalaman langsung.

dia dengar dia lupa

dia lihat dia ingat

dia lakukan dia mengerti

 

Just another Blog Civitas UPI site